Istilah-istilah dalam Speaker

Istilah-istilah dalam Speaker
March 1, 2016 altious
In Tips and tricks

Hi para Audiophiles!

Blog sebelumnya sudah pernah membahas mengenai istilah dalam audiophiles. Apakah anda masih ingat? Jika belum membaca, boleh baca disini http://www.audioengine.co.id/istilah-istilah-dalam-audiophile-part-1/ dan http://www.audioengine.co.id/istilah-istilah-dalam-audiophile-part-2/

Kali ini tentu akan membahas hal yang beda. Yaitu istilah dalam dunia speaker. Pernahkah anda mendengar kata surround, equalizer, driver dan sebagainya? Lantas apa arti dari kata-kata tersebut? Check it out, guys! 😉

Driver

Adalah nama lain dari speaker itu sendiri ,dimana tidak termasuk box maupun komponen elektronik lain nya seperti amplifier. Ukuran tiap driver berbeda-beda di tentukan dari diameter membrane speaker dengan satuan INCHI.

Decorder

Dapat berupa software atau hardware, yang digunakan untuk mengubah data audio maupun video dari bentuk format digital, menjadi bentuk aslinya, yang biasanya berbentuk data analog seperti suara atau gambar.

PMPO

PMPO merupakan singkatan dari Peak Music Power Output, daya keluaran suara optimal yang bisa dihasilkan oleh sebuah speaker. Nilai PMPO ini, biasanya didapat dari nilai watt maksimal, sebelum amplifier dalam kondisi faulty.

Surround

Dalam hal suara, surround merupakan sebuah konsep untuk memperluas jangkauan pembentukan audio dari bentuk standar satu dimensi (mono/stereo), menjadi bentuk 2D atau 3D, dan akan member kesan suara yang mengelilingi pada pendengarnya.

Coaxial

Adalah salah satu bentuk kabel yang digunakan sebagai interkoneksi antara peralatan elektronik, dan mengirimkan data audio atau video. Kabel jenis ini, memiliki karakteristik penggunaan satu buah pin di tengah sebagai pengirim data, dan dikelilingi pelindung logam yang berperan sebagai ground. Selain mengirimkan data analog, coaxial juga dapat mengirimkan data digital.

Equalizer

Alat untuk memperbaiki kualitas frekuensi yang diterima suatu rangkaian transmisi. Alat ini biasanya dirangkaikan bersama alat transmisi lain.

Optical

Proses mengirimkan data, baik audio maupun data lainnya dalam bentuk media cahaya. Bentuk data dalam proses ini merupakan data digital, jadi proses ini memerlukan processor untuk melakukan encoding dan decoding data. Dengan digunakannya media cahaya, kemurniaan kualitas data tidak akan terganggu.

Signal-to-Noise Ratio

Ratio perbandingan antara sinyal dan noise dalam satuan logaritmik desibel (dB). Dengan adanya rangkaian penguat (amplifier) pada speaker multimedia, menentukan nilai ratio ini. Semakin besar ratio-nya, semakin baik kualitas speaker tersebut. Karena mampu meningkatkan sinyal dengan menekan peningkatan noise pada rangkaian penguat.

Sealed Speaker

Jenis speaker yang tidak memiliki lubang port atau ventilasi pada desain kabinet speaker yang digunakan, yang biasanya berguna dalam membantu reproduksi suara. Speaker jenis ini bisanya digunakan untuk menangani frekuensi rendah maupun menengah.

Overall Frequency Response

Range frekuensi suara yang mampu direproduksi oleh speaker. Biasanya sekitar 20 Hz – 20 kHz, sesuai dengan range frekuensi pendengeran telinga manusia.

High Level Frequency

Frekuensi level tinggi pada audio, biasanya berkisar antara 3 kHz dan 16 kHz, atau lebi identik dengan sebutan treble.

Low Level Frequency

Frekuensi level rendah pada audio, biasanya berkisar antara 20 Hz dan 300 Hz, atau lebih sering disebut bass.

Mid Level Frequency

Frekuensi level menengah pada audio, biasanya berkisar antara 300 Hz dan 3 kHz.

Auxilary Line In

Salah satu input line dari speaker atau perangkat audio yang dapat digunakan oleh perangkat output audio, seperti PC, Player, TV, dan lain sebagainya.

Audio Control Pad

Adalah piranti pendukung speaker yang dapat melakukan perubahan setting pada suara yang dihasilkan speaker atau sejenis equalizer.

Dolby Digital

Salah satu teknologi untuk menghasilkan suara surround digital. Biasanya, teknologi ini digunakan dalam pemrosesan dan pembentukkan data audio untuk film-film di bioskop atau film-film pada media kepingan seperti DVD. Untuk mengoptimalkan teknologi Dolby Digital yang dikembangkan oleh Dolby Laboratories ini, dibutuhkan minimal 5 speaker full range, dan 1 speaker low-frequency (subwoofer). Atau juga bisa disebut, konfigurasi 6-channel.

SPL

SPL atau disebut jugan dengan Sound Pressure Level, merupakan pengukur atau penunjuk tingkat kebisingan suara, yang biasa menggunakan satuan dB (desibel).

Bagaimana pembahasan kali ini, guys? Semoga bermanfaat ya 🙂

  • Robert Gosal

    Kalau inc pd speaker itu menentukan suarany atau….
    Seperti semakin besar inc ny suarany semakin bagus….trimakasih

Our Products

Check it out